Umurmu adalah Kebahagianmu atau Penyesalanmu
Umurmu
adalah Kebahagianmu atau Penyesalanmu
Penulis:
Latifa
Zahra Belinda (Santri TN Kelas 2)
Bagi seorang insan, sepantasnya ia menghabiskan
umurnya dengan amalan-amalan saleh, kelak ia akan menyesal ketika maut
mendatanginya; jika berlalu sesaat saja dari umurnya dalam keadaan dia tidak
mendekatkan diri kepada Allah -Azza wa jalla- saat itu.
Setiap kali waktu yang berlalu padamu, sedangkan
engkau bukan dalam keadaan mendekatkan diri kepada Allah -Ta’ala-, maka
itu merupakan sebuah kerugian. Karena, waktu itu meninggalkanmu dalam keadaan
engkau tidak memanfaatkannya dalam meraih pahala dan keutamaan di negeri
akhirat.
Lantaran itu, manfaatkanlah kesempatanmu dalam menunaikan
shalat, zikir, membaca Al-Qur'an serta menggantungkan diri kepada Allah -Azza
wa jalla-. Jadikanlah hatimu selamanya terus bersama Allah, Rabb-mu Yang
berada di atas langit, sementara engkau berada di bumi.
Janganlah engkau lalai dari mengingat Allah -Tabroka
wa ta’ala- dengan lisanmu, dalam aktivitasmu dan dengan jiwa dan ragamu!
Ingatlah bahwa dunia itu fana, tak akan kekal bagi
seorangpun juga. Perhatikanlah orang-orang yang telah mendahuluimu dari kalangan
umat-umat terdahulu, yang telah berlalu lagi jauh!
Perhatikanlah orang yang telah mendahuluimu dari
kawan-kawanmu! Kemarin mereka masih bersamamu, mereka bersenang-senang, mereka
makan sebagaimana engkau makan, mereka minum sebagaimana engkau minum,
sementara sekarang mereka tergadaika dengan amalan-amalan mereka!
Barangsiapa yang menggadaikan dirinya dengan
amal-amal sholih, maka ia telah menyelamatkan dirinya dan mendapatkan tempat
yang layak di sisi Tuhannya.
Namun, siapapun yang menggadaikan dirinya dengan
maksiat, maka tidak ada tempat baginya, melainkan api neraka.
Suatu saat perkara ini akan mendatangimu. Entah
dunia itu akan berlangsung lama atau sekejap saja. Allah -Ta'ala-
berfirman,
يَٰأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ
رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَٰقِيهِ
"Wahai manusia,
sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Rabb-mu, maka
pasti kamu akan menemui-Nya." (QS. Al-Insyiqoq:
6)
Qotadah bin Di’amah
As-Sadusiy -rahimahullah- berkata dalam menafsirkan ayat ini,
إن كدحك يا ابن آدم لضعيف، فمن استطاع أن يكون كدحه
في طاعة الله فليفعل، ولا قوّة إلا بالله." اهـ من تفسير الطبري = جامع
البيان – ت. شاكر (24/ 312)
“Sesungguhnya usahamu (amalanmu) -wahai
anak cucu Adam- benar-benar lemah (sedikit). Karenanya, barangsiapa yang mampu
agar usahanya dalam ketaatan kepada Allah, maka lakukanlah. Tidak kekuatan,
kecuali dengan (pertolongan) Allah.”
[Lihat Tafsir Ath-Thobariy (24/ 312)]
Umur itu ibarat kertas kosong; jika diisi dengan amal kebaikan, maka pemiliknya akan meraih kebahagiaan. Namun, jika diisi dengan catatan amal keburukan, maka ia tidak akan memperoleh, kecuali penyesalan dan kerugian!
Manfaatkanlah kesempatanmu di dunia dengan
sebaik-baiknya dalam mendekatkan diri kepada Allah -Ta’ala-, dan jangan
kamu habiskan dengan kelakuan buruk yang mengundang murka Allah -Azza wa
jalla-! Sebab, tidaklah ada yang mampu memberikan manfaat kepadamu di hari
kiamat, baik itu harta, anak, ataupun keluarga; tidak ada yang mampu memberikan
manfaat kepadamu sedikitpun, kecuali dengan engkau menghadap Allah -Tabaroka
wa ta’ala- dengan hati yang selamat dan bersih dari noda-noda maksiat.
Allah -Tabaroka
wa ta’ala- berfirman,
{يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
(88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)} [الشعراء: 88، 89]
“Pada hari tidak lagi bermanfaat harta
dan anak-anak, kecuali orang dating kepada Allah dengan hati yang selamat.” (Suroh
Asy-Syu’aroo’: 88-89)
Aku memohon kepada Allah -Ta’ala- agar
menjadikan diriku dan kalian termasuk orang-orang yang menjumpai Rabb-nya
dengan hati yang selamat, dan agar Dia mewafatkan kita di atas keimanan dan
Tauhid, sesungguhnya Dia bagi seluruh perkara Maha Kuasa.
--------------------
Tulisan ini adalah tulisan seorang santri Pesantren
Al-Ihsan Gowa, telah diedit dan disempurnakan oleh Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah
-hafizhahullah- pada tanggal 12 Ramadhan 1447 H.

Komentar
Posting Komentar