Meraih Keberkahan di Bulan Ramadhan
Meraih Keberkahan di Bulan Ramadhan
Penulis: Suci Ramadani (Santri Kelas TN 1)
Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan
yang besar. Semua amal saleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat
balasan lebih banyak dan lebih baik daripada amalan-amalan di luar Ramadhan.
Pada bulan ini umat Islam sangat dianjurkan untuk
memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan.
Di antara keutamaan dan keistimewaan Ramadhan
tersebut, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat.
Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ
شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ
أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلَّ فِيْهَ
الشَّيَاطَيْنُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شهر، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا،
فَقَدْ حُرِمَ." رواه
أحمد في "مسنده" – ط. عالم الكتب (2/ 230) (رقم: 7148)
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang
diberkahi. Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu; di dalamnya pintu-pintu
surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan dibelenggu, dan pada bulan
itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Barangsiapa yang terhalangi dari kebaikan malam itu, maka ia terhalangi (dari
pahala dan keutamaan).”
[Hadits Riwayat Ahmad dalam Al-Musnad (no. 7148). Hadits ini
di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam “Takhrij Misykah Al-Mashobih”
(no. 1962)
“Barokah” itu artinya tumbuh, berkembang, bertambah
dan kebaikan yang berkesinambungan.
Ar-Roghib Al-Ashbahaniy -rahimahullah- berkata,
"والبَرَكَةُ: ثبوت
الخير الإلهي في الشيء." اهـ من المفردات في غريب القرآن (ص: 119)
“Barokah adalah adanya kebaikan yang berasal dari
Allah pada suatu hal.” [Lihat Al-Mufrodat fi Ghorib Al-Qur’an (hlm. 119)]
Sesuatu yang sedikit jika mendapatkan keberkahan, maka
ia akan berubah jadi terasa banyak dan mencukupi. Sesuatu yang banyak jika
mendapatkan keberkahan, terasa sangat besar manfaatnya.
Seorang muslim di bulan Ramadhan hendaknya memanfaatkan
waktu-waktunya dan mengisinya dengan berbagai amal sholih, seperti memperbanyak
membaca Al-Qur’an, belajar agama, bersedekah, berbakti kepada orang tua,
membantu kaum yang lemah, memberi makan kepada orang-orang yang berbuka puasa.
Jika ia lakukan semua itu, maka setiap amal sholih itu
bukan hanya dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali, bahkan ratusan kali, atau
lebih daripada itu.
Itulah keberkahan; satu kebaikan dilipatgandakan
balasan pahalanya menjadi berlipat-lipat karena keutamaan waktu Ramadhan.
Ibnul Malak Al-Hanafiy -rahimahullah- berkata,
"وَالْوَقْتُ
إِذَا كَانَ أَفْضَلَ كَانَ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِ أَفْضَلَ." اهـ من تحفة
الأحوذي (3/ 386)
“Jika waktu itu lebih utama, maka amal sholih di dalamnya lebih
utama.” [Lihat Tuhfah
Al-Ahwadziy (3/ 386)]
Jadi, seorang muslim jika memenuhi Ramadhannya dengan
berbagai amal sholih, maka ia telah memetik banyak pahala dan keutamaan yang
akan membuatnya berbahagia di negeri akhirat, insya Allah -Ta’ala-.
Tidak sepantasnya seorang muslim bermalas-malasan
dalam melakukan ketaatan di dalam hidupnya, apatah lagi itu di bulan yang utama
dan berkah, seperti bulan Ramadhan.
Demikian pula, hendaknya kita berhati-hati dari
berbuat maksiat di bulan Ramadhan. Karena, dosa pun akan dilipatgandakan di
dalamnya!
Faedah dari Hadits ini:
1/ Ramadhan adalah momen berkah dalam setahun yang
hendaknya kita manfaatkan dalam memperbanyak pahala dan keutamaan melalui
amal-amal sholih yang kita tunaikan di dalamnya.
2/ Wajibnya berpuasa di bulan Ramadhan. Diletakkannya ibadah
puasa di bulan Ramadhan, karena keutamaan waktu tersebut agar pahala kita juga
banyak.
3/ Di antara keutamaan Ramadhan, pintu-pintu langit
dibuka, sebab amal-amal sholih di bulan Ramadhan terangkat ke langit sebagai
bukti keutamaan amal-amal sholih yang dikerkajan selama Ramadhan.
4/ Pintu-pintu neraka akan ditutup agar manusia tidak
memiliki semangat untuk bermaksiat di dalamnya, dan sebaliknya ia membebaskan
dirinya dari neraka dengan sebab ampunan yang lahir dari amal-amal sholih yang
ditunaikan di bulan Ramadhan.
5/ Kita diingatkan bahwa hambatan terbesar di bulan
Ramadhan bukan lagi godaan setan yang agresif, melainkan kontrol terhadap hawa
nafsu diri sendiri. Ini adalah momen terbaik untuk memperbaiki diri.
6/ Keberkahan Ramadhan yang sesungguhnya adalah ketika
kebiasaan ibadah (seperti puasa, sedekah, dan menahan diri dari maksiat) tetap
tumbuh dan membekas di bulan-bulan berikutnya, bukan hilang saat Idul Fitri
tiba.
7/ Setan-setan durhaka dibelenggu dan dibatasi
pengaruh kepada orang-orang beriman yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah
di bulan Ramadhan.
8/ Di dalam hadits ini terdapat keutamaan yang luar
bagi malam “Lailatul Qodr” dan amalan-amalan sholih yang ditunaikan di
dalamnya. Semalam seorang berdiri sholat tarwih, lebih baik dibandingkan seribu
bulan untuk menunaikan amalan yang sama.
9/ Barangsiapa yang tidak memanfaatkan Ramaadhan dalam beramal
sholih, apalagi pada malam “Lailatul Qodar”, maka sungguh ia merugi. Karena, ia
telah kehilangan kesempatan terbaik bagi dirinya dalam meraup pahala yang
melimpah.
-----------------------
Ini adalah karya tulis santri Pesantren Al-Ihsan Gowa
yang telah diedit dan disempurnakan oleh Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-
pada tanggal 14 Ramadhan 1447 H.

Komentar
Posting Komentar