Pentingnya Menjaga Shalat Lima Waktu
Pentingnya
Menjaga Shalat Lima Waktu
Penulis: Urfa Azzahrah
(Santri TN Kelas 1)
Setiap muslim memiliki kewajiban yang
sangat penting dalam kehidupannya, yaitu melaksanakan shalat lima waktu. Shalat
bukan sekadar ibadah rutin yang dilakukan setiap hari, melainkan bentuk
ketaatan seorang hamba kepada Allah -Tabaroka wa ta’ala-, dan tanda
keimanan seorang muslim.
Melalui shalat, seorang hamba
menunjukkan kerendahan dirinya di hadapan Sang Pencipta, serta mengakui bahwa
seluruh hidupnya bergantung kepada-Nya.
Shalat juga menjadi sarana bagi seorang
hamba untuk berdoa, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Di tengah kesibukan dan berbagai urusan
dunia, shalat hadir sebagai pengingat agar manusia tidak melupakan Tuhannya. Ia
seperti sebuah jeda yang menenangkan jiwa di tengah perjalanan hidup yang
panjang.
Keadaan ini dapat diibaratkan seperti
seorang musafir yang menempuh perjalanan jauh di bawah terik matahari. Ia
membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak agar dapat melanjutkan perjalanannya
dengan tenang.
Demikian pula shalat bagi seorang
mukmin; ia menjadi tempat kembali bagi hati yang lelah agar kembali tenang dan
kuat menghadapi kehidupan.
Namun, dalam kenyataannya, banyak orang
yang sibuk dengan berbagai aktivitas sehingga menunda, bahkan melalaikan shalatnya.
Padahal, shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam dan merupakan
salah satu ibadah yang paling utama.
Kesibukan dunia sering kali membuat
manusia lupa bahwa kewajiban kepada Allah -Azza wa jalla- jauh lebih
penting daripada segala urusan lainnya.
Datang sebuah hadits dari Abu Hurairah -radhiyallahu
‘anhu-, Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ
“Sesungguhnya
amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah
shalatnya.”
[Hadits Riwayat
Abu Dawud dalam “Sunan”-nya (no. 864), At-Tirmidziy dalam “Sunan”-nya
(no. 413), An-Nasa’iy dalam “Sunan”-nya (no. 465), dan Ibnu Majah
dalam “Sunan”-nya (no. 1425). Hadits ini dinilai “shohih” oleh
Syaikh Al-Albaniy dalam “Shohih At-Targhib” (no. 540)]
Hadits ini menunjukkan bahwa shalat
memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Pada
hari kiamat nanti, amalan pertama yang akan diperiksa adalah shalat.
Jika shalat seseorang baik, maka amal-amalnya yang lain juga akan menjadi baik.
Hal ini dapat diibaratkan seperti
fondasi sebuah bangunan. Jika fondasinya kuat, maka bangunan di atasnya akan
berdiri kokoh. Namun, jika fondasinya rapuh, bangunan tersebut mudah runtuh.
Begitu pula shalat dalam kehidupan
seorang muslim; ia adalah fondasi bagi amal-amal yang lain.
Shalat adalah hak terbesar bagi Allah -Ta’ala-. Jika hak ini diremehkan,
maka pasti hak lain yang rendah akan diremehkan.
Selain itu, shalat juga memiliki banyak
keutamaan. Shalat dapat menenangkan hati dan menjauhkan seseorang dari
perbuatan yang buruk. Ketika seseorang menjaga shalatnya dengan baik, hatinya
akan lebih mudah terarah kepada kebaikan.
Keadaan ini seperti air yang
membersihkan debu yang menempel pada tubuh. Setiap kali seorang hamba melaksanakan
shalat dengan penuh keikhlasan, hatinya akan kembali bersih dari berbagai
kotoran dosa yang menempel dalam kehidupan sehari-hari.
Allah -Ta’ala- juga menjanjikan
pahala yang besar bagi orang-orang yang menjaga shalatnya dengan baik dan
melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.
Karena itu, seorang muslim hendaknya
berusaha menjaga shalat lima waktu dengan sebaik-baiknya. Shalat hendaknya
dilaksanakan tepat pada waktunya dan dengan penuh kekhusyukan, sehingga ibadah
tersebut benar-benar menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Faedah yang Bisa
Dipetik dari Hadits Ini
Dari hadits tersebut, kita dapat
mengambil beberapa pelajaran penting, di antaranya:
1/ Shalat adalah amalan pertama yang
akan dihisab pada hari kiamat.
2/ Seorang muslim wajib menjaga shalat
lima waktu.
3/ Shalat merupakan tanda ketaatan
seorang hamba kepada Allah.
4/ Shalat dapat membuat hati menjadi
lebih tenang dan kehidupan menjadi lebih teratur.
5/ Orang yang menjaga shalat dengan
baik akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah.
-Azza wa jalla-.
Oleh karena itu, seorang muslim
hendaknya menjaga shalatnya dengan baik, karena shalat merupakan ibadah yang
sangat agung dalam Islam dan menjadi penopang utama dalam kehidupan seorang
mukmin.
-----------------------------
Artikel ini adalah karya tulis dari salah seorang santri TN (Tadribun Nisaa’ Setingkat SMA) Pesantren Al-Ihsan Gowa yang telah diedit dan disempurnakan oleh Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah- pada tanggal 25 Ramadhan 1447 H.

Komentar
Posting Komentar