Awas, Satu Ajakan Bisa Jadi Pahala Mengalir atau Dosa tak Berhenti

 


Awas! Satu Ajakan Bisa Jadi Pahala Mengalir atau Dosa tak Berhenti

 

Penulis: Hanim Amatulazizi (Santri Kelas TN 02)

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengajak teman melakukan sesuatu. Kadang ajakan itu sederhana, seperti belajar bersama, ikut shalat berjamaah, atau olahraga pagi. Namun, kadang juga ada ajakan yang kurang baik, seperti menyontek saat ujian, bolos sekolah, atau melakukan hal yang melanggar aturan.

 

Tanpa kita sadari, setiap ajakan yang keluar dari lisan kita sebenarnya punya dampak besar. Dampaknya bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri.

 

Islam mengajarkan bahwa setiap perbuatan memiliki akibat, termasuk ketika kita mengajak atau mempengaruhi orang lain.

 

Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam menjelaskan tentang pahala dan dosa bagi orang yang mengajak kepada suatu amalan,

 

 

"من دعا إلى هدى، كان له من الأجر مثل أجور من تبعه، لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا. ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه، لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا." رواه مسلم

 

“Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” [Hadits Riwayat Muslim dalam “Shohih”-nya (no. 2674)]

 

Faishol bin Abdil Aziz Al-Huroimiliy -rahimahullah- berkata,

"فيه: فضل الدعوة إلى الهدى، ولو بإبانته وإظهاره، قليلاً كان أو كثيرًا، وأن الداعي له مثل أجر العامل، وذلك من عظيم فضل الله وكمال كرمه." اهـ من "تطريز رياض الصالحين" (ص: 756)

“Di dalam hadits ini terdapat keutamaan mengajak kepada petunjuk (kebaikan), walau dengan menjelaskannya dan menampakkannya; sedikit atau banyak dan bahwa orang mengajak akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan itu. Yang demikian itu termasuk agungnya karunia Allah dan sempurnya kemurahan-Nya.” [Lihat Tathriz Riyad Ash-Sholihin (hlm. 756)]

 

Syaikh Nashir As-Sa’diy -rahimahullah- berkata,

"هذا الحديث - وما أشبهه من الأحاديث - فيه: الحث على الدعوة إلى الهدى والخير، وفضل الداعي، والتحذير من الدعاء إلى الضلالة والغي، وعظم جرم الداعي وعقوبته. والهدى: هو العلم النافع، والعمل الصالح." بهجة قلوب الأبرار وقرة عيون الأخيار ط الوزارة (ص: 22)

“Hadits ini dan semisalnya di antara hadits-hadits yang ada; di dalamnya terdapat dorongan untuk mengajak kepada petunjuk dan kebaikan, serta keutamaan orang yang mengajak (kepada kebaikan), dan juga (di dalam hadits ini) terdapat peringatan keras dari mengajak kepada kesesatan dan penyimpangan, serta besarnya dosa orang yang mengajak (kepada keburukan), dan hukumannya. Petunjuk (yang dimaksud dalam hadits ini) adalah ilmu yang bermanfaat, dan amal sholih.”  [Lihat Bahjah Qulub Al-Abror (hlm. 22)]

 

 

Hadits ini mengajarkan tentang tanggung jawab atas ajakan dan pengaruh kita terhadap orang lain.

 

Kalau kita mengajak teman berbuat baik, seperti shalat tepat waktu, berkata jujur, membantu orang tua, atau belajar dengan sungguh-sungguh, kemudian mereka melakukan ajakan kita, maka lahir tiga perkara:

* Kita akan mendapat pahala.

* Pahala kita sama seperti pahala orang yang mengikuti ajakan tersebut.

* Pahala mereka tidak berkurang sedikit pun.

 

Jadi, kebaikan itu bisa terus mengalir dan menjadi tabungan pahala bagi kita. Lantaran itu, hendaknya seorang muslim bersemangat berdakwah, mengajak, dan mendorong orang lain kepada berbagai kebaikan agar pahala kita datang dari berbagai arah.

 

 

Sebaliknya, jika kita mengajak kepada keburukan, seperti menyontek, berkata kasar, atau melakukan perbuatan maksiat, kemudian orang lain mengikuti ajakan itu, maka akan lahir pula tiga perkara:

* Kita mendapat dosa.

* Dosanya sebanyak dosa orang yang mengikuti ajakan tersebut, na’udzu billah min dzalik!

* Dosa orang-orang mengikut tidak berkurang. Setiap orang memperoleh dosa yang harus dipikul pada hari kiamat.

 

Ini menunjukkan bahwa keburukan juga bisa menyebar dan kita ikut menanggung akibatnya.

 

Hadits ini mengingatkan kita bahwa setiap ajakan itu ada akibatnya; jangan meremehkan pengaruh kita terhadap orang lain; jadilah penyebar kebaikan, bukan penyebar keburukan!

 

Di usia remaja, pergaulan sangatlah berpengaruh. Karenanya, berhati-hatilah dalam berbicara dan mengajak orang lain. Pastikan bahwa ajakan adalah ajakan kepada kebaikan, bukan ajakan kepada maksiat!

 

Ingat, bisa jadi satu kalimat ajakan dari kita menjadi sebab pahala besar, atau justru menjadi sebab dosa yang terus mengalir dan menjadi beban berat di atas pundak kita.

 

---------------------

 

Tulisan ini adalah karya tulis santri Pesantren Al-Ihsan Gowa yang telah diedit dan disempurnakan oleh Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah- pada 13 Ramadhan 1447 H.

Komentar

Artikel Paling Populer