Ucapan yang Paling Dicintai oleh Allah


 

Ucapan yang Paling Dicintai oleh Allah

Penulis: Maryam bintu Ahmad (TN 3)

 

Di sana terdapat sebuah hadits yang agung dari sahabat yang mulia, Samuroh bin Jundub -radhiyallahu anhu- yang memuat penjelasan tentang kalimat-kalimat dzikir yang paling dicintai oleh Allah -Azza wa jalla-, yaitu empat ucapan yang ringan di lisan, tetapi berat dalam timbangan serta tinggi kedudukannya.

 

Adapun lafazh hadits itu, maka datang dalam “Shohih Muslim”:

"Dari Samurah bin Jundub -radhiyallahu anhu-; beliau berkata,

Rasulullah bersabda, 

"أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ، لاَيَضُرُّكَ بِأَيِهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ." أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

"Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat - tidak masalah dari mana engkau memulainya -: Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (tidak ada ilah selain Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar)." [Hadits Riwayat Muslim dalam Shohih-nya (no. 2137)

 

Keempat kalimat yang agung tersebut merupakan poros tauhid, inti pujian, dan dasar penghambaan kepada Allah -Tabaroka wa ta’ala-.

 

Di dalamnya terkandung penyucian, pujian, pengesaan, dan pengagungan kepada Allah -Ta’ala-. Barangsiapa yang merenungi kandungannya, niscaya ia akan menyadari bahwa dzikir ini bukan sekadar rangkaian lafazh , tetapi ia merupakan fondasi keimanan, dan jalan untuk meraih cinta Allah -Azza wa jalla-, serta kedekatan dengan-Nya.

 

Para pembaca yang Budiman, hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa jalan menuju cinta Allah bukanlah sesuatu yang sulit atau jauh dari jangkauan.

 

Empat kalimat yang ringan diucapkan ini menjadi bukti betapa luas rahmat Allah -Ta’ala- dan kasih sayang-Nya kepada para hamba-Nya.

 

Barangsiapa yang membiasakan lisannya dengan empat kalimat agung ini, maka ia telah menghiasi harinya dengan dzikir yang paling dicintai oleh Rabb alam semesta. Nah, inilah amal sederhana yang bernilai besar di sisi Allah -Azza wa jalla-.

 

Lantaran itu, hendaknya seorang mukmin senantiasa menjaga dan memperbanyak empat kalimat ini dalam kesehariannya; Ketika lapang, maupun sempit; saat sendiri, maupun di tengah kerumunan manusia.

 

Dengan itu, hatinya akan hidup, imannya akan kokoh dan ia berharap termasuk hamba-hamba yang dicintai oleh Allah -Subahanahu wa ta’ala-.

 

Semoga Allah -Ta’ala- menjadikan lisan kita senantiasa basah dengan dzikir kepada-Nya dan hati kita dipenuhi dengan pengagungan serta tauhid yang murni.

 

Faedah Hadits:

1.              Mulianya empat kalimat ini, dan bahwa ia adalah sesuatu yang paling dicintai Allah -Azza wa jalla- di antara sesuatu yang diucapkan oleh seorang hamba.

 

2.              Kalimat-kalimat ini adalah inti sari pujian kepada Allah -Subahanahu wa ta’ala-, dan asas penghambaan kepada-Nya.

 

3.              Dorongan untuk menjaga empat kalimat ini. Karena, seorang mukmin apabila mengetahui bahwa Allah -Ta’ala- mencintai kalimat ini, maka sungguh dia akan bersemangat untuk mengucapkannya agar dia memperoleh cinta Allah -Tabaroka wa ta’ala-.

 

-------------------------

 

Selesai diedit dan disempurnakan oleh Guru kami, Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah- di Pesantren Al-Ihsan Gowa, 7 Ramadhan 1447 H.

 


Komentar

Artikel Paling Populer